DaftarNama Pesantren Unggulan se Indonesia. Menu. Tentang Kabar Terkini; Jln.Lunjuk jaya Bukit Besar Palembang Sumatera_Selatan 955 AL-AMANAH() TANGERANG Banten 332 Al-Amanah Al-Gontory(KH.Sundusi Ma'mun) Perigi Baru Pondok Aren Tangerang Banten meskipun beberapa pesantren modern membebani dengan biaya yang lebih tinggi. Meski begitu vMembayar biaya pendaftaran dan sarana melalui via wesel atau transfer. (Aulia) Layanan 24 jam hubungi 087838224122 ( ANDRE ) Informasi lebih lengkap hubungi. SMA Insan Cendekia Sukoharjo. FKG UMY. Elshanti Jeihan Larasati. SMA N 1 Balilpapan. FKG UMY. Fudhla Rahma Amalia. PendidikanPesantren Aulia Cendekia memiliki lembaga pendidikan mulai dari TK, RA, MI, MTs, dan MA. Pendidikan Formal 1. TK Aulia Cendekia RA Aulia Cendekia di dirikan pada tahun 2016 yang berlokasi di kampus B pesantren Aulia Cendekia Talang Jambe Sukarami Palembang. 2. MI. Aulia Cendekia MI Aulia Cendekia di dirikan pada tahun 2008 yang berlokasi di kampus A pesantren Aulia Cendekia Talang vMembayar biaya pendaftaran dan sarana melalui via wesel atau transfer. v Via transfer ke BRI 0029-01-1 atas nama LEMBAGA PENDIDIKAN INDONESIA MIND CENTER. v Mengisi pendaftaran on-line di www.imc-kedinasan.com. MAN Insan Cendekia Sambas. FKG UMS. Nandayo Syifa Al Ghofiqi. SMAN 1 Bawang. FKG UMS. Puji Tri Jayanti. SMA N 1 AssalamualaikumSahabat Muslim!Gerbang Santri adalah program dari Forum Ijtima Ulama, yang mengangkat tentang unit usaha dan bisnis di pesantren untuk pemasu aJKGKSR. loading...Pendiri yang juga pemimpin Ponpes Aulia Cendekia Hendra Zainudin bersama saudara kembarnya Hendri Zainudin mengapit Syech Fadhil Al Jailani Al Hasani Al Husaini, cicit ke-25 Syech Abdul Qadir Jailani yang berkunjung ke pondok. Foto/Koran SINDO/Berli Zulka Pondok Pesantren Ponpes Aulia Cendekia adalah lembaga pendidikan yang lahir, tumbuh, dan berkembang bersama masyarakat Sumatera Selatan Sumsel terutama Kota Palembang. Salah satu tujuannya mencetak kader ulama yang cendekia dan sekaligus penghafal yang berlokasi di Kelurahan Talang Jambe atau tidak jauh dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin SMB II Palembang ini mengusung misi menjadi pesantren yang terbuka, modern, dan digital. Pesantren yang didirikan dan dipimpin H Hendra Zainuddin pada 2007 ini dikenal luas di heran, kendati ponpes mencetak hafiz Alquran, tapi sangat sering digelar kegiatan bersama sejumlah pihak lain. Seperti pada setiap musim kemarau yang biasa diiringi bencana kabut asap karena kebakaran hutan dan lahan Karhutla. Di ponpes ini rutin menggelar pengajian khataman Alquran dilanjutkan doa bersama berbagai pihak berdoa meminta hujan dan kemudahan petugas memadamkan kebakaran.“Kita bersama dengan masyarakat bersama-sama untuk kemaslahatan umat. Kita juga rutin salat minta hujan, tahun lalu sampai beberapa kali bersama TNI dan Satgas Karhutla. Ini bentuk peran kita di daerah ini, kepada bangsa ini,” ucap pimpinan Ponpes Aulia Cendekia H Hendra Zainuddin. Ustaz satu ini adalah saudara kembar salah satu toko muda Sumsel dan petinggi Sriwijaya FC, Hendri Zainudin. Sebenarnya banyak lembaga pendidikan Islam seperti sekolah dan ponpes berdiri di Sumsel. Namun, ponpes yang terbuka dan tetap fokus terhadap tahfiz Alquran, jumlahnya masih sedikit, terutama di baik yang mondok maupun reguler yang tidak mondok wajib menghafal Alquran sampai tamat. Tekniknya, santri yang mondok wajib hafal satu juz dalam satu bulan dan bagi yang tidak mondok mendapatkan kelonggaran target satu juz selama satu tahun. “Kewajiban menghafal Alquran ini tujuannya sederhana. Minimal mereka menjadi imam salat berjamaah di masjid daerahnya,” aturan yang sangat ketat itu, kecil kemungkinan para santri yang mondok tidak menjadi hafiz dan hafizah. Ponpes ini menerapkan konsep yang sudah terbukti efektif untuk membuat santriwan-santriwati hafal alquran. Salah satunya metode fasilitator dan wali kelas yang menerapkan konsep sehingga proses menghafal Alquran para santri terpantau per individu. "Kita sebut Aulia Cendekia berbasis wali kelas. Wali kelas itu yang betul-betul memantau anak-anak itu menghafal Alquran, ada lagi namanya fasilitator," bidang bela negara, ponpes ini menyiapkan waktu khusus dengan mengundang pihak TNI untuk memberikan pemahaman kepada para santrinya. Di bidang lingkungan hidup, para santri dilibatkan dalam kegiatan untuk meningkatkan kecintaan terhadap Aulia Cendekia ini pertama didirikan pada 2007 hanya menampung 11 santri. Saat ini pesantren ini telah memiliki ribuan santri. Dibangun secara perlahan di lahan seluas meter persegi, pesantren ini ingin santri-santrinya menjadi kekasih Allah yang pintar, saleh, dan tegar dalam menjalankan hidup sehari-hari di Hendra menuturkan, santri Aulia Cendekia diharapkan mampu menjawab tantangan masyarakat global melalui pendidikan menghafal serta mengkaji ulumul Alquran dan kitab kuning. Saat ini, pesantrennya juga menjalankan jenjang pendidikan formal, mulai madrasah ibtidaiyah setingkat SD, madrasah tsanawiyah SMP, dan madrasah aliyah setingkat SMA.Pada era teknologi ini, Ponpes Aulia Cendekia juga telah mempersiapkan diri menjadi pesantren digital. Awalnya untuk mewujudkan sebagai ponpes digital di Sumsel menjalin kerja sama dengan salah satu provider administrasi dan kegiatan lain juga didukung teknologi komunikasi yang maju pesat. Jadi tidak heran, ketika wabah Covid-19 menjadi pandemi global yang mengharuskan lembaga pendidikan diliburkan dan santri dipulangkan, kegiatan di ponpes ini tidak berhenti. Ponpes dan para santri telah terbiasa menggunakan internet. “Pertama kita ikuti petunjuk pemerintah, stay at home. Tapi kita wajibkan santri untuk belajar secara online,” lanjut Ustaz menunjang kegiatan, ponpes tetap memberikan gaji dan tunjangan kepada para guru. Tidak ada yang dikurangi. Intinya berjalan seperti biasa, hanya saja secara online. Kan belajar tidak harus tatap muka. “Kepada para santri dan guru kita terus mengimbau, apalagi Palembang sudah zona merah, kalaupun keluar rumah harus pakai masker dan jarak,” katanya mengingatkan. Berli Zulkanediysw Pengunjung menikmati internet Perpustakaan Gasibu, di kawasan Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Ahad 18/9. PALEMBANG - Pondok Pesantren Ponpes Aulia Cendekia yang berlokasi di jalan raya Tanjung Api-api ,Kelurahaan Talang Jambe kini tengah merintis dan mempersiapkan diri menjadi pesantren digital. Untuk mewujudkan sebagai ponpes digital di Sumatera Selatan Sumsel, pesantren yang dipimpin Hendra Zainuddin tersebut menjalin kerja sama dengan salah satu provider seluler. “Forum Pondok Pesantren Sumatera Selatan telah bekerjasama dengan PT Indosat Ooredoo untuk mewujudkan pondok pesantren digital yang akan di realisasikan pada pondok pesantren yang ada di empat kabupaten dan kota yaitu Palembang, Banyuasin, Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir. Khusus Kota Palembang salah satunya Ponpes Aulia Cendekia,” kata Hendra Zainuddin Direktur dan Ketua Yayasan Pesantren Aulia Cendekia, Rabu 16/8. Untuk merealisasikan Ponpes Aulia Cendekia menjadi pesantren digital di Sumsel, menurut Hendra Zainuddin, telah dilaksanakan diskusi yang memberikan pemahaman tentang manfaat digitilasi bagi pondok pesantren. “Selama ini kami berupaya menggunakan teknologi informasi dengan menfaatkan internet, namun sering menghadapi kendala seperti saat mengirimkan data sertifikat guru yang harus dikirim melalui internet,” ujarnya. Dengan adanya kerja sama antara Forum Pondok Pesantren Sumatera Selatan Forpess dengan PT Indosat, Hendra Zainuddin mengharapkan, kendala yang selama ini menjadi hambatan dalam pengembangan pondok pesantren bisa teratasi. “Kita harapkan dengan digitalisasi pondok pesantren ini bisa menjadi solusi sekaligus membantu santri dalam mengembangkan ilmunya,” kata mantan Ketua Forpess. Dengan adanya digitalisasi di pondok pesantren Hendra Zainuddin mengharapkan, jaringan internet lambat atau atau kehabisan kouta bisa teratasi. “Maklum selama ini belum seluruh pesantren memahami dan memanfaatkan perkembangn teknologi informasi yang pesat saat ini,” ujarnya. Bagi Ponpes Aulia Cendekia saat ini telah menfaatkan teknologi informasi, menurut Hendra Zainuddin, pondok pesantren yang dipimpinnya kini telah memiliki website atau situs yang memberikan informasi tentang berbagai kegiatan yang berlangsung di pondok tersebut kepada masyarakat luas. “Ke depan kami ingin website aulia cendekia dengan alamat bisa memiliki tampilan dan kontent yang lebih baik dan lengkap. Lambat laun kami akan memanfaatkan dan menggunakan digitalisasi dan mengikuti perkembangan teknologi informasi demi perkembangan pesantrean dan lebih luas lagi untuk siar Islam,” katanya. BACA JUGA Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Klik di Sini

biaya pendaftaran pesantren aulia cendekia palembang